ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 ATAS GAJI PEGAWAI DI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN KOLAKA TIMUR

Authors

  • Elsa Kirana Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Arnadi Chairunnas Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Sri Ayu Pracita Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Bustang Bustang Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.35446/akuntansikompetif.v9i2.2827

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Article 21 Income Tax (PPh 21) accounting on employee salaries at the Regional Office of National Unity and Politics of East Kolaka Regency and to identify the factors causing differences in tax calculations compared to the applicable regulations, particularly Law Number 7 of 2021 concerning the Harmonization of Tax Regulations. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed by comparing the institution’s tax calculations with prevailing tax regulations. The results indicate that, in general, the implementation of PPh 21 has followed established procedures; however, discrepancies in tax calculations still occur due to inaccuracies in determining employees’ Non-Taxable Income (PTKP) status, resulting in higher tax liabilities than should be imposed. Therefore, periodic updates of employee administrative data are necessary.


Keywords: Tax Accounting, Article 21 Income Tax, Non-Taxable Income (PTKP), Government Institution

References

Adityaningrum, F., & Fatimah, S. (2024). Analisis implementasi e-Bupot dalam meningkatkan kepatuhan pelaporan pajak. Jurnal Akuntansi dan Perpajakan Indonesia, 12(1), 45–58, Jakarta.

Fadillah, R., Nur, A., & Roza, M. (2025). Pengaruh pembaruan data pegawai terhadap akurasi perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21. Jurnal Ilmu Akuntansi, 15(2), 101–115, Bandung.

Irwanti, D., Hamzah, A., & Afiah, N. (2025). Efektivitas penggunaan e-Bupot dalam pelaporan pajak penghasilan. Jurnal Perpajakan Indonesia, 14(1), 67–80, Surabaya.

Mardiasmo. (2019). Perpajakan (Edisi terbaru). Yogyakarta: Andi.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Natsir, M., & Masdar, A. (2025). Pengaruh kualitas data terhadap efektivitas pemotongan pajak penghasilan. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 13(1), 88–102, Makassar.

Nurodin, A., Suherman, S., & Barokah, S. (2024). Analisis kesalahan perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 pada instansi pemerintah. Jurnal Akuntansi Publik, 11(2), 120–135, Jakarta.

Santioso, L., & Salim, M. (2024). Implementasi tarif efektif rata-rata dalam perhitungan PPh 21. Jurnal Perpajakan Kontemporer, 9(1), 23–37, Jakarta.

Setyowidodo, I., & Fidiana. (2021). Pengaruh sistem e-Billing terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 10(5), 1–15, Surabaya.

Sintika, D., & Nawawi, Z. (2024). Pengaruh ketidaksesuaian data pegawai terhadap perhitungan pajak penghasilan. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 8(2), 55–70, Yogyakarta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryadi, D., & Lisnawati. (2017). Analisis kesalahan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6(2), 77–89, Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 101/PMK.010/2016 tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak. Jakarta.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 168/PMK.03/2023 tentang Tata Cara Perhitungan PPh Pasal 21. Jakarta.

Yunus, M. (2022). Digitalisasi perpajakan melalui e-Billing dalam meningkatkan efisiensi pembayaran pajak. Jurnal Perpajakan Modern, 7(1), 34–48, Jakarta.

Zumariz, F., & Ratnawati, V. (2024). Pengaruh kesalahan input data terhadap akurasi sistem perpajakan digital. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi, 10(2), 90–105, Bandung.

Downloads

Published

2026-05-19 — Updated on 2026-05-19

Versions