BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA TANJAK MELAYU DAN SABUK UNTUK PERENCANAAN LABA UKM CAHAYA

Authors

  • Gusmarila Eka Putri FEB Universitas Lancang Kuning
  • Liviawati Liviawati FEB Unilak

DOI:

https://doi.org/10.35446/diklatreview.v10i1.2282

Abstract

UKM Cahaya merupakan salah satu mitra yang merupakan warga desa binaan FEB Unilak. UKM ini bergerak dibidang produksi kerajinan tanjak melayu dan sabuk. Usaha mitra ini telah berjalan selama satu tahun, dan permasalahan yang ditemui adalah mitra tidak pernah menghitung harga pokok produksi dan menentukan harga jual hanya berdasarkan taksiran saja. Sehingga dengan demikian tim PKM bermaksud memberikan pengetahuan dan keterampilan menghitung harga pokok produksi dan menghitung break even point (BEP) agar mitra dapat menentukan margin keuntungan dari usahanya ini. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat meningkatkan pemahaman mitra dalam membuat harga pokok produksi sehingga dapat mengetahui biaya pokok atau modal per unit produk yang dihasilkan. Perhitungan BEP dapat memberikan pertimbangan kepada mitra untuk menerima atau menolak penawaran produk dari customer yang berada di bawah titik impas.

 

 

Kata Kunci : Break even point (BEP), UKM, Harga Pokok Produksi, Perencanaan laba

References

Garrison, R. H., Noreen, E. W., & Brewer, P. C. (2018). Managerial Accounting. 16th Edition. McGraw-Hill Education.

Herawati, N. T., & Suryani, E. (2018). Pengantar Akuntansi Biaya. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Ma’ruf, F., & Suharti, L. (2019). Analisis Break Even Point sebagai Alat Perencanaan Laba pada UMKM. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 7(2), 155–166.

Sukirno, S. (2020). Manajemen Keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jakarta: Bumi Aksara.

Yuliana, S., & Raharjo, K. (2020). Pentingnya Penerapan Akuntansi Biaya dalam Meningkatkan Efisiensi Produksi UMKM. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 17(1), 45–59.

Downloads

Published

2026-07-03 — Updated on 2026-07-03

Versions