PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN PELAKU UMKM MELALUI PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARUS KAS DAN PERENCANAAN KEUANGAN USAHA DI NANGGALO, KOTA PADANG
DOI:
https://doi.org/10.35446/diklatreview.v9i2.2837Keywords:
Literasi keuangan, UMKM, pengelolaan arus kas, perencanaan keuangan usaha, pendampingan UMKM, Kota Padang, NanggaloAbstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Namun, salah satu permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah rendahnya literasi keuangan, khususnya dalam pengelolaan arus kas dan perencanaan keuangan usaha. Banyak pelaku UMKM masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, tidak melakukan pencatatan keuangan secara rutin, serta belum mampu menyusun perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Kondisi ini berdampak pada sulitnya mengukur kinerja usaha, mengelola modal, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.
Program peningkatan literasi keuangan ini dilaksanakan melalui kegiatan pendampingan pengelolaan arus kas dan perencanaan keuangan usaha bagi pelaku UMKM di Nanggalo, Kota Padang. Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pencatatan keuangan sederhana. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar literasi keuangan, pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan laporan arus kas, serta perencanaan keuangan usaha yang berkelanjutan.
Metode pendampingan yang digunakan bersifat partisipatif, sehingga pelaku UMKM terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan dapat menyesuaikan materi dengan kondisi usaha masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan arus kas dan pentingnya perencanaan keuangan. Pelaku UMKM mulai mampu melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib, memahami kondisi keuangan usahanya, serta merencanakan penggunaan dana secara lebih efektif.
Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan pelaku UMKM di Nanggalo dapat meningkatkan daya saing usaha, mengurangi risiko keuangan, serta mendorong keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Program pendampingan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian finansial UMKM dan mendukung penguatan ekonomi lokal di Kota Padang
References
Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13.
Atkinson, A., & Messy, F. A. (2012). Measuring financial literacy: Results of the OECD/INFE pilot study. OECD Working Papers on Finance, Insurance and Private Pensions, No. 15, 1–73.
Dahmen, P., & Rodríguez, E. (2014). Financial literacy and the success of small businesses: An observation from a small business development center. Numeracy, 7(1), Article 3, 1–12.
Fatoki, O. (2014). The financial literacy of micro entrepreneurs in South Africa. Journal of Social Sciences, 40(2), 151–158.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Nkundabanyanga, S. K., Kasozi, D., Nalukenge, I., & Tauringana, V. (2014). Lending terms, financial literacy and formal credit accessibility. International Journal of Social Economics, 41(5), 342–361.
OECD. (2018). Financial education and SMEs: Policies and practices. OECD Journal: Financial Market Trends, 2018(1), 1–20. OECD Publishing.
Rumbianingrum, W., & Wijayangka, C. (2018). Pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Jurnal Manajemen dan Bisnis (ALMANA), 2(3), 156–164.
Sari, D. A., & Santoso, A. (2019). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM sektor perdagangan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 21(1), 1–10.
Wise, S. (2013). The impact of financial literacy on new venture survival. International Journal of Business and Management, 8(23), 30–39.
Downloads
Published
Versions
- 2026-05-10 (2)
- 2026-05-10 (1)






