https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/issue/feed Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan 2021-04-30T17:04:03+08:00 Idel Waldelmi idelwaldelmi@unilak.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Diklat Review (Online ISSN:&nbsp;2598-6449| Print ISSN : 2580-4111) published by Komunitas Manajemen Kompetitif.&nbsp;This journal published&nbsp;thrice in April, Agustus dan December. It contain the articles such as scientific papers (research and non-research), analytical studies, theoretical applications and reviews of management issues. The publication of this journal aims to increase the quantity and quality as well as its spread with the science of communication among the intellectuals, practitioners, students and observers of HR management problems.</p> https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/557 Tatalaksana Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) 2021-04-30T17:04:03+08:00 Junaidi Junaidi junjoen019@gmail.com <p>Guna mendukung terwujudnya birokrasi kelas dunia, setiap instansi pemerintah membutuhkan aparatur pengawas yang berperan awal dalam keberlangsungan unit organisasi, yaitu dalam mengontrol pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh aparatur pelaksana dalam memberikan pelayanan publik. Untuk mengembangkan kompetensi aparat pengawas agar dapat memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan pengawas, hal ini dapat diwujudkan melalui pelatihan kepemimpinan supervisor yang merupakan salah satu bentuk pelatihan kepemimpinan pengawas struktural. Pelaksanaan PKP berpedoman pada Peraturan Kepala LAN Nomor 15 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Pengawasan, Keputusan Kepala LAN Nomor 1006 Tahun 2019 tentang Pedoman Kurikulum PKP dan Keputusan Kepala LAN Nomor 1005 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan PKP. Ada 4 (empat) agenda pembelajaran di PKP yang terdiri dari Agenda Kepemimpinan dan Bela Negara Pancasila, Agenda Pimpinan Dinas, Agenda Pengendalian Kerja dan Agenda Aktualisasi Kepemimpinan yang dilaksanakan selama 290 (dua ratus sembilan puluh) jam pelajaran yang dapat dilaksanakan selama 36 (tiga puluh) hari pelatihan di Kampus Kediklatan dan selama 540 (lima ratus empat puluh) jam pelajaran yang akan dilaksanakan minimal 60 (enam puluh) hari kalender yang bertempat di unit kerja asal peserta.</p> 2021-04-30T17:04:02+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/659 Membangun Remaja yang Berkarakter (Character Building) untuk Masa Depan pada Panti Sosial Asuhan Anak Al Hasanah dan Panti Asuhan Putra Harapan 2021-04-27T10:33:08+08:00 Ryan Pahlawan ryanpahlawan@unilak.ac.id <p>Keterbatasan biaya menjadi kendala bagi anak-anak dan remaja panti asuhan untuk mendapatkan pengalaman pendidikan informal berupa pendidikan karakter. Pembekalan tersebut diberikan dalam bentuk mengetahui karakter diri sendiri untuk membangun masa depan yang lebih baik tanpa merasa minder dan inferior. Remaja merupakan usia yang rentan dipengaruhi oleh lingkungan, apalagi jika berada dalam lingkungan yang cenderung negatif, oleh karena itu diperlukan bimbingan dari pihak ketiga dalam memberikan pengetahuan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, diskusi dan permainan, dan untuk mengevaluasi hasil dari kegiatan ini apakah dibuat angket pre-test atau post-test dan dibuat indikator keberhasilan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana mengenali karakter dan membangunnya secara positif, dari kuisioner 90% target yang diharapkan tercapai.</p> <p>Kata kunci: karakter, pribadi dan masa depan</p> 2021-04-27T10:33:03+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/484 Sosialisasi dan Pelatihan Penerapan Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Petani Cengkeh di Bone dan Bulukumba Sulawesi Selatan 2021-04-27T04:50:07+08:00 Nova Triani novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id <p>Praktik budidaya cengkeh yang dilakukan oleh petani di Bone dan Bulukumba, Sulawesi Selatan telah dilakukan secara turun-temurun, sehingga kurang memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Petani cengkeh biasanya tidak memakai alat pelindung diri saat bekerja. Jika praktek kerja tersebut dilakukan secara terus menerus dan turun temurun maka akan terjadi peningkatan angka kematian dan sakit akibat bekerja di perkebunan cengkeh. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang bahaya, resiko dan cara pencegahan penyakit dan kecelakaan kerja di perkebunan cengkeh. Sehingga petani cengkeh dapat mempraktekan budidaya cengkeh dengan aman dan sehat serta terhindar dari resiko sakit dan kecelakaan kerja. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani tentang bahaya dan resiko bekerja di perkebunan cengkeh serta cara pencegahannya. Para petani yang hadir mempraktekkan secara langsung cara menggunakan alat pelindung diri, sehingga pemahaman petani meningkat.</p> <p>&nbsp;</p> 2021-04-27T04:50:07+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/569 Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Online Collaborative Learning di SMK Negeri 1 Kandis 2021-04-26T19:46:39+08:00 M. Fadhly Farhy Abbas fadhly@unilak.ac.id Herdi Herdi herdi@unilak.ac.id Destina Kasriyati destinakasriyati@unilak.ac.id <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didasari dengan adanya permasalahan dan kebutuhan guru-guru SMK Negeri 1 Kandis dalam hal model pembelajaran berbasis informasi teknologi (IT). Para guru di sekolah mitra memiliki pengetahuan yang minim terhadap model pembelajaran berbasis IT. Dan, para guru tersebut memiliki waktu yang kurang untuk mengikuti pelatihan atau workshop dikarenakan kesibukan mengajar dan mengurus kegiatan administrasi sehari-hari. Target luaran dari kegiatan ini adalah publikasi ilmiah pada jurnal nasional khusus pengabdian masyarakat ber-ISSN. Seiring dengan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama kurang lebih 1 tahun, mulai dari melakukan tahap analisis situasi, melakukan pelatihan, hingga pembuatan luaran kegiatan pengabdian. Kegiatan analisis situasi berupa observasi lapangan dan wawancara kepada guru, kemudian kegiatan pelatihan meliputi kegiatan pelatihan dan pendampingan penerapan model pembelajaran berbasis <em>Online Collaborative Learning</em>, dan disertai dengan diskusi dan tanya jawab kepada peserta kegiatan. Terakhir, pembuatan luaran kegiatan berupa penulisan artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional ber-ISSN.</p> 2021-04-26T19:46:39+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/535 Pengelolaan dan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng 2021-04-26T19:12:07+08:00 Gede Arnawa idnarta0874@gmail.com IDN Arta Jiwa idnarta0874@gmail.com IM Madiarsa idnarta0874@gmail.com <p>Upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha garam rakyat di Gerokgak, Buleleng didukung dengan program pemberdayaan masyarakat bernama PUGAR. Prinsip program adalah kegiatan perencanaan masyarakat untuk mengoptimalkan hasil dengan menggunakan sumber daya daerahnya. Pengelolaan Usaha Pergaraman yang baik dilakukan oleh PUGAR, agar kedepannya dapat dimanfaatkan sebagai pemasukan dan kesejahteraan petani garam. Pembentukan koperasi produksi diharapkan dapat mengatasi masalah akses permodalan dan penjualan produksi garam. Kegiatan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan motivasi pengelolaan usaha, pemahaman pengetahuan dan keterampilan terkait pembukuan akuntansi sederhana serta mengikuti kegiatan organisasi kelompok berupa produksi berbadan hukum atau koperasi produsen. Untuk keberlanjutan program pengabdian, perlu adanya koordinasi dan kerjasama antar perguruan tinggi, instansi pemerintah terkait di Buleleng melalui kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi.</p> 2021-04-26T19:12:07+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/547 Pelatihan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga RT 04 KKelurahan Kedungsari Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru 2021-04-26T19:06:48+08:00 Rita Wiyati ritawiyati@unilak.ac.id Sri Maryati srimaryati@gmail.com Muhammad Thamrin mthamrin@gmail.com <p>Daun mint merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Aroma pada daun mint ini mampu menenangkan penghirupnya., banyak peminat daun mint ini karena sangat enak serta dapat menyegarkan bagi tubuh.Ibu ibu Rumah tangga Kelurahan kedungsari RT04 membuat olahan daun mint yang dapat membuka peluang usaha bagi warga Kelurahan Kedungsari , dengan memanfaatkan sarana dan peralatan didapur&nbsp; dapat membuat olahan daun mint menjadi PudMint (Puding Mint) .Tujuan dari diadakannya pengabdian kepada&nbsp; masyarakat ini adalah diharapkan mitra dapat membudidayakan tanaman daun mint dan dapat mendiversifikasi produk daun mint.Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan, penyuluhan tentang pentingnya budidaya tanaman daun mintdan membuat olahan menjadi produk yang sehat dan bergizi, membuka wawasan mitra untuk memanfaatkan adanya peluang usaha. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah diikuti oleh sekitar 10 peserta ibu ibu warga RT 04, Kelurahan Kedungsari. Kegiatan pemahaman dalam pemanfaatan daun mint untuk diolah menjadi makanan yang sehat dan bergizi dapat dipahami, dan mudah dilakukan serta dapat dipraktekkan kegiatannya oleh warga setempat dan dapat dijadikan peluang usaha bagi ibu ibu warga setempat.</p> <p>&nbsp;</p> 2021-04-26T19:06:48+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/570 Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Sewa-Menyewa (Ijarah) Berdasarkan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak 2021-04-26T18:27:49+08:00 Muhammad Azani mhd.azani@unilak.ac.id Hasan Basri hasanbasri@unilak.ac.id <p>Masalahnya adalah kurangnya pemahaman mitra Ijarah Pada umumnya mayoritas umat Islam hanya mengenal sewa pembiayaan konvensional. Padahal ada sewa yang diatur oleh hukum Islam. Berdasarkan masalah mitra penting dilakukan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak dapat memahami materi yang disampaikan oleh tim pengabdian. Indikator pemahaman mereka tertera pada hasil angket yang diberikan pada saat melakukan kegiatan. Mereka memilih jawaban dalam kuisioner yang terdiri dari pilihan jawaban benar dan jawaban salah. Rata-rata pemahaman mereka meningkat hingga 90% setelah diberikan penyuluhan hukum tentang Ijarah. 2) Obyek sewa praktek yang terjadi di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak ternyata merupakan kaki praktek tidak sehat. Pengakuan peserta kegiatan, mereka pada umumnya para migran itu menyewa rumah, menyewa tempat usaha, dan lain-lain. Pemilik objek dapat membatalkan sewa atas objek sewa yang disepakati secara sepihak dengan penyewa karena ada penawaran yang lebih tinggi dari pihak ketiga. Padahal, pembatalan tersebut bertentangan dengan hukum Islam. 3) Praktek objek sewa yang terkait dengan berakhirnya objek sewa secara sepihak pada saat objek sewa belum kedaluwarsa. Alasan pemilik persewaan akan ditempati oleh satu keluarga, sehingga penyewa harus segera memutus kontrak sewa yang telah disepakati dalam kontrak awal. Padahal pengakuan oleh peserta kegiatan, biasanya alasannya sebenarnya hanya sebagai cara untuk menaikkan biaya sewa.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Ijarah (Leasing), dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah</p> <p>Masalahnya adalah kurangnya pemahaman mitra Ijarah Pada umumnya mayoritas umat Islam hanya mengenal sewa pembiayaan konvensional. Padahal ada sewa yang diatur oleh hukum Islam. Berdasarkan masalah mitra penting dilakukan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat di Kelurahan Kerinci Kanan Kabupaten Siak dapat memahami materi yang disampaikan oleh tim pengabdian. Indikator pemahaman mereka tertera pada hasil angket yang diberikan pada saat melakukan kegiatan. Mereka memilih jawaban dalam kuisioner yang terdiri dari pilihan jawaban benar dan jawaban salah. Rata-rata pemahaman mereka meningkat hingga 90% setelah diberikan penyuluhan hukum tentang Ijarah. 2) Obyek sewa praktek yang terjadi di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak ternyata merupakan kaki praktek tidak sehat. Pengakuan peserta kegiatan, mereka pada umumnya para migran itu menyewa rumah, menyewa tempat usaha, dan lain-lain. Pemilik objek dapat membatalkan sewa atas objek sewa yang disepakati secara sepihak dengan penyewa karena ada tawaran yang lebih tinggi dari pihak ketiga. Padahal, pembatalan tersebut bertentangan dengan hukum Islam. 3) Praktek objek sewa yang terkait dengan berakhirnya objek sewa secara sepihak pada saat objek sewa belum kedaluwarsa. Alasan pemilik persewaan akan ditempati oleh satu keluarga, sehingga penyewa harus segera memutus kontrak sewa yang telah disepakati dalam kontrak awal. Padahal pengakuan oleh peserta kegiatan, biasanya alasannya sebenarnya hanya sebagai cara untuk menaikkan biaya sewa.</p> <p>&nbsp;</p> 2021-04-26T18:27:49+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/644 Efektivitas Proyek Perubahan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2021-04-26T18:14:18+08:00 Djumadiono Djumadiono ruri.adit@gmail.com <p>One of the strategies to improve the performance of government agencies is innovation. Innovation is expected to affect the optimization of existing resources in order to achieve performance targets. The objective of this study was to determine the effectiveness of educational innovation and leadership training conducted by the DKI Jakarta provincial government through the Leadership Training Change Project. The results showed that there were several obstacles experienced by the participants in making post-training change project efforts such as lack of stakeholder support (20.68%), changes in nomenclature (2.95%), due to mutations (37.55%), lack of funding (32.91%), and lack of leadership support (5.91%). Change management is used as a basis for innovative value transformation so as to provide excellent service. Service orientation and justification of openness values ​​will make the change project more flexible in presenting new internal organizational values.</p> 2021-04-26T18:13:37+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/651 Pelatihan untuk Sertifikat CHSE Sebagai Penunjang Kepercayaan Wisatawan untuk Menginap di Home Stay Studi Kasus di Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar 2021-04-26T18:14:18+08:00 Elti Martina e_eltitrave@yahoo.com <p>Desa Koto Mesjid atau yang dikenal dengan Kampung Patin berada pada posisi yang strategis, yaitu dilewati oleh jalan Sumbar Riau.&nbsp; Lingkungan Desa Koto Mesjid merupakan wilayah yang berada di pingiran waduk PLTA Koto Panjang. Terdapat berbagai potensi ekowisata yang menakjubkan, seperti puncak Kompe dan berdekatan&nbsp; dengan situs sejarah Candi Muara Takus. Selain itu Desa Koto Mesjid, merupakan pusat pengembangan perikanan kolam darat, juga berpotensi dalam pengembangan keramba jaring apung (KJA) di waduk PLTA Koto Panjang. Oleh karena itu agar wisatawan yang datang ke Desa Koto Mesjid dapat lebih lama untuk menikmati keindahan alam, sajian kuliner dan situs sejarah. Maka perlu adanya home stay yang sudah memiliki sertifikat CHSE. Pemanfaatan Rumah masyarakat sebagai Home Stay dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Koto Mesjid. Untuk itulah dibutuhkan kepercayaan kepada pendatang bahwa home stay yang ada dilingkungan desa wisata ini sudah terjamin dari penyebaran virus covid 19 dengan dibuktikannya adanya sertifikat CHSE di setiap home stay. &nbsp;Dengan diberdayakannya rumah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan wisatawan akan tempat tinggal sementara, sehingga kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan CHSE sebagai penunjang home stay dalam meningkatkan kepercayaan pendatang tanpa merubah budaya lokal. Usaha Pondok Wisata/Homestay&nbsp; adalah penyediaan akomodasi berupa bangunan rumah tinggal yang dihuni oleh pemiliknya dan dimanfaatkan sebagian untuk disewakan dengan memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari pemiliknya. Oleh karena itu untuk menarik Kembali kepercayaan tamu agar mau menginap di home stay maka sangatlah perlu bukti fisik berupa Sertifikat CHSE dalam &nbsp;Pemanfaatan Rumah Masyarakat dijadikan Home Stay.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : CHSE, Sertifikat, Home Stay, Desa</p> 2021-04-26T18:07:04+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/572 Pelatihan Penerapan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah Sesuai PP 71/2010 dan PP 12/2019 di Kabupaten Rokan Hilir 2021-04-26T18:14:18+08:00 Nur Azlina nur.azlina@lecturer.unri.ac.id Desmiyawati Desmiyawati Desmiyawati@gmail.com Mukhlisin Mukhlisin Mukhlisin@gmail.com <p><em>This Community Service activity aims to provide assistance in the form of training for regional financial administration staff who compile financial reports at OPD (Regional Government Organization) Rokan Hilir Regency.</em> <em>This method of community service activities is by providing modules, concept explanations as well as discussion and question and answer about accounting policies used in the preparation of accrual-based financial reports in the Rokan Hilir Government to employees assigned to Regional Government Organizations (OPD) of Rokan Hilir Regency. It is hoped that the implementation of this service is so that the revised accounting policies run effectively, and improve the understanding of accounting administration staff in the Rokan Hilir government regarding these accounting policies in order to prepare local government financial reports in accordance with PP No. 71 of 2010 and PP No.12 of 2019.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords: Regional Government Accounting Policies, PP 71/2010, PP 12/2019, Rokan Hilir Regency</em></strong></p> 2021-04-26T18:02:28+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/540 Pelatihan Penyusunan Perencanaan Pembangunan di Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar 2021-04-26T18:14:18+08:00 Hernimawati Hernimawati hernimawati@unilak.ac.id Surya Dailiati suryadailiati@unilak.ac.id Sudaryanto Sudaryanto sudaryanto@gmail.com <p>Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Kabupaten ini termasuk daerah yang memiliki wilayah yang sangat luas di bandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinis Riau. Terbukti sejak era resformasi dari Kabupaten Kampar telah berhasil di mekarkan sejumlah daerah yakni Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan dan sebagian Kabupaten Kuantan Singingi serta sebagian Kabupaten Rokan Hilir.&nbsp; Dari pengamatan yang dilakukan ternyata di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar terdapat permasalahan yang perlu diselesaikan yakni terdapat madrasyah yang digunakan untuk siswa belajar dalam keadaan kurang layak dimana dinding dan atapnya rusak. Kemudian lapangan sepak bola yang kurang terawat sehingga bersemak dan hutan lindung yang belum terkelola dengan baik sesuai dengan kearifan lokal. Oleh karena itu dilakukan penelitian, untuk pemecahan masalahnya menggunakan teori Tim Delivery dalam Aprillia Theresia dkk (2014 halaman 220). Pembangunan berbasis masyarakat mencakup; seleksi lokasi, sosialiasi, proses dan pemandirian masyarakat. Dari kegiatan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pembangunan berbasis masyarakat di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar sudah berjalan dengan namun masih diperlukan perbaikan-perbaikan. Hal-hal yang sudah berjalan dengan meliputi seleksi lokasi, sosialisasi pembangunan berbasis masyarakat dan proses pembangunan berbasis masyarakat. Sedangkan yang perlu menjadi perbaikan kedepannya adalah pemandirian masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pembangunan, Berbasis dan Masyarakat </strong></p> 2021-04-26T17:47:51+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/536 Perilaku Alumni Pelatihan Pengembangan Diri Aparatur di BPSDM Provinsi Kalimantan Barat : Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi Sosial Kultural 2021-04-26T18:14:18+08:00 Zainuri Ashari zainuri.bpsdmkalbar@gmail.com <p>Fokus penelitian ini Evaluasi Pasca Pelatihan Pengembangan Diri Aparatur (PDA) Tahun 2019 yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Kalbar. Variabel tunggal penelitian adalah Perilaku (<em>Behaviour</em>) Alumni Pelatihan PDA. Metode penelitian adalah deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan desain evaluatif. Populasi penelitian yaitu semua alumni Pelatihan PDA Angkatan V dan VI yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Kalbar Tahun 2019 berjumlah 60 orang yang seluruhnya dijadikan sampel dengan teknik<em> total sampling. </em>Hasil penelitian menemukan: Materi yang diperoleh selama Pelatihan PDA bermanfaat menunjang&nbsp; pelaksanaan tugas sehari-hari, Pelatihan PDA dinilai sangat baik dan baik oleh responden, penerima manfaat dari hasil Pelatihan PDA adalah unit kerja, instansi secara umum, keseluruhan pemangku kepentingan, dan masyarakat serta pihak lainnya. Secara keseluruhan responden alumni maupun responden atasan langsung dan rekan kerja alumni menyatakan adanya peningkatan kinerja alumni Pelatihan PDA Tahun 2019.</p> 2021-04-26T17:40:57+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/629 THE The Correlation Between Reading Habit and Students’ Reading Comprehension In English I Subject at Economic College of Riau 2021-04-26T18:14:18+08:00 Hasanul Bishry hasanulbishry89@gmail.com <p>This research was motivated by students’ comprehension in reading. In teaching and learning process, students should be able to understand the text, analyze the text and interpret the text. Students could improve their achievement when they understand the text. In some cases, students were difficult to understand the text, they also could not be able to find the meaning of the text and author’s idea. Based on this case, the purpose in this research was to investigate the correlation between students’ reading habit on their reading comprehension. This research used quantitative method. The design in this research was a correlational research. The subject in this research was the students in fifth semester at STIE Riau. The sample used cluster sampling. The data collection used questionnaire and test. Then, the data was analyzed by SPSS Computation with correlational design. The finding in this research showed that there was correlation between reading habit and reading comprehension. The correlation between variable was in strong correlation.</p> 2021-04-26T14:40:57+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/556 Manfaat Building Learning Commitment (BLC) dalam Pendidikan dan Pelatihan 2021-04-26T18:14:17+08:00 Junaidi Junaidi junjoen019@gmail.com <p>Keberhasilan proses pelatihan sebagian ditentukan oleh interaksi yang baik antara peserta dan fasilitator. Antusiasme belajar yang kuat dari peserta pelatihan dan didukung oleh kemampuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dari fasilitator merupakan kombinasi yang mutlak diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dari suatu pelatihan. Sasaran pembelajaran dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan peserta setelah proses pelatihan. Untuk itu perlu dibangun komitmen pembelajaran agar peserta mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif sehingga semua pihak mendapatkan manfaat yang maksimal dari proses pembelajaran tersebut. Building Learning Commitment (BLC) atau Membangun Komitmen Belajar merupakan salah satu materi pendukung dalam setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh suatu Badan Pendidikan. Meskipun BLC merupakan materi pendukung dalam suatu pelatihan, namun materi BLC sangat dibutuhkan dalam memulai suatu proses pelatihan. Artinya jika materi BLC dapat diterapkan dengan baik oleh fasilitator / dosen maka proses kegiatan pelatihan dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan pelatihan secara optimal.</p> 2021-04-26T14:21:23+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/562 Efektifitas Pelaksanaan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Ketapang 2021-04-27T04:46:41+08:00 Didih Abidin didihabidin@gmail.com <p>Pegawai negeri memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan negara dan pembangunan. Sejalan dengan hal tersebut, sebelum pejabat pemerintah berhak menyandang “gelar” sebagai Pegawai Negeri Sipil, yang bersangkutan harus menempuh langkah-langkah tertentu untuk mencapai Pegawai Negeri Sipil. Salah satu tahapannya adalah mengikuti pelatihan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Pelatihan tersebut adalah Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil atau yang sebelumnya dikenal dengan Pra Jabatan. Melalui metode penelitian eksplorasi dengan pendekatan kualitatif kepada peserta Diklat Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, dengan mengacu pada The Four Level Techniques for Evalaluation Training Program Model Kirkpatrick, diperoleh informasi bahwa Diklat Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil dalam menumbuhkan PNS yang profesional dan berkarakter telah berjalan efektif</p> 2021-04-26T00:00:00+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/603 Peningkatan Pemahaman Anggota Federasi Serikat Pekerja Kahutindo Kota Pekanbaru Mengenai Hak-hak Pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Perkembangannya Pasca Pengesaha 2021-04-26T18:14:18+08:00 Hasnati Hasnati hasnati@unilak.ac.id Sandra Dewi sandradewi@unilak.ac.id Andrew Shandy Utama andrewshandyutama@unilak.ac.id <p>Permasalahan mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kurangnya pemahaman anggota Federasi Serikat Pekerja KAHUTINDO Kota Pekanbaru tentang hak-hak pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (SPTA) berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan perkembangannya. setelah disahkannya Omnibus Law of Job Creation. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman anggota Federasi Serikat Pekerja KAHUTINDO Kota Pekanbaru tentang hak-hak pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (SPTA) berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan perkembangannya setelah pengesahan Omnibus Law of Job Creation. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode ceramah, dialog, dan diskusi dalam rangka memberikan pendidikan hukum. Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan menyediakan waktu, menyediakan tempat dan fasilitas pendukung, serta menghadirkan masyarakat sebagai peserta kegiatan. Sasaran keluaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah artikel ilmiah yang dimuat di jurnal nasional terakreditasi Sinta-5. Kesimpulannya, kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para peserta. Sebelum kegiatan dilaksanakan, dari 17 peserta hanya 43,5% yang menjawab sudah mengetahui materi yang akan disampaikan. Sedangkan setelah kegiatan dilaksanakan 84,7% peserta menjawab sudah mengetahui materi yang disampaikan.</p> <p>&nbsp;</p> 2021-04-26T00:00:00+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/567 Pelatihan Aplikasi Keuangan Pada Industri Sabun Tanre Skin Menuju Go Digital 2020-12-25T06:31:51+08:00 Herliyani Hasanah herliyani_hasanah@udb.ac.id Anik Sulistiyanti anik_sulis@udb.ac.id Indah Nofikasari indah_nofika@udb.ac.id <p>Mitra dalam kegiatan ini adalah Tanre.Skin di Kabupaten Semarang yang bergerak di bidang industri sabun. Masalah yang dihadapi mitra adalah mitra belum dapat mengukur perkembangan bisnis karena tidak ada pemisahan keuangan pribadi dan bisnis. Mitra belum membuat catatan keuangan, baik arus kas maupun laba rugi. Mitra hanya mencatat transaksi harian dan persediaan yang masih dicatat secara manual menggunakan kertas. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan tentang aplikasi keuangan kepada para mitra yang berharap dapat lebih mudah dan efisien dalam pengelolaan keuangan. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata persentase peningkatan nilai post test peserta dalam bidang manajemen keuangan sebesar 45,45% dan pada penggunaan teknologi informasi sebesar 41,17%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat memberikan peningkatan pemahaman dan ketrampilan dalam penggunaan aplikasi keuangan bagi&nbsp; timTanre.Skin.</p> 2020-12-25T06:31:51+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/593 Peningkatan Pengembangan Kawasan Ekowisata Melalui Kajian Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Lokal di Kelurahan Sungai Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak 2020-12-24T07:40:41+08:00 Afvan Aquino afvanaquino@unilak.ac.id <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan kawasan ekowisata di Kelurahan Sungai Mempura. Metode penelitian ini mengunakan &nbsp;pendekatan survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh warga Kelurahan Sungai Mempura. Sampel penelitian ini berjumlah 50 responden&nbsp; dengan menggunakan &nbsp;teknik pengambilan &nbsp;sampel acak sederhana. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner &nbsp;dan&nbsp; analisis &nbsp;data &nbsp;dalam &nbsp;penelitian &nbsp;ini&nbsp; adalah &nbsp;menggunakan &nbsp;metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengenai persepsi masyararakat lokal yaitu&nbsp; (a) 80% responden menganggap bahwa kawasan ekowisata di Kelurahan Sungai Mempura adalah milik masyarakat, 20% responden menganggap nya sebagai kawasan yang dikelola oleh pihak pemda; (b) menurut 54% responden bahwa objek wisata yang paling berpotensi adalah wisata sungai mempura; (c) Manfaat yang diharapkan oleh sebagian besar (50%) responden adalah membuka lapangan kerja atau kesempatan berwirausaha. Selanjutnya, untuk partisipasi masyarakat lokal di Kelurahan Sungai Mempura, &nbsp;yaitu: &nbsp;a)&nbsp; 90% &nbsp;responden &nbsp;berkeinginan &nbsp;berpartisipasi &nbsp;dalam pengembangan kawasan ekowisata dan 60% responden melibatkan dirinya dengan sukarela &nbsp;secara &nbsp;spontan; &nbsp;(b) &nbsp;responden &nbsp;yang&nbsp; terlibat &nbsp;dalam &nbsp;pekerjaan &nbsp;proyek- proyek pengembangan kawasan ekowisata mencapai 54%; (c) sumbangan yang terbanyak adalah sumbangan pemikiran (idea atau gagasan) yakni 58% responden; (d) kesenian yang paling disukai masyarakat &nbsp;untuk ditampilkan adalah tari zapin yakni 52% responden; (e) <em>souvenir </em>yang paling dinginkan masyarakat adalah hasil karya kerajinan lokal atau daerah yakni sebesar 62% reponden. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat sudah bersifat positif walaupun terdapat perbedaan diantara masyarakat lokal dan tingkat partisipasi &nbsp;masyarakat &nbsp;lokal&nbsp; cukup &nbsp;tinggi &nbsp;dan&nbsp; mengarah &nbsp;pada &nbsp;kemitraan &nbsp;antara warga&nbsp; Kelurahan &nbsp;Sungai&nbsp; Mempura &nbsp;dengan &nbsp;pemerintah &nbsp;daerah&nbsp; dalam pengembangan kawasan ekowisata.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2020-12-24T07:40:41+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/588 Pelatihan Penggunaan Aplikasi Teknologi Pupuk Hayati pada Budidaya Kelengkeng di Kabupaten Kampar 2020-12-24T07:36:01+08:00 Latifah Siswati uut76solo@gmail.com Anto Ariyanto uut76solo@gmail.com Sri Utami Lestari uut76solo@gmail.com David Setiawan uut76solo@gmail.com Alexsander Yandra alexsy@unilak.ac.id <p>Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh peningkatan kesejahteraan dan kesadaran masyarakat terhadap gizi akan mengarah pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap buah-buahan. Bahkan untuk memenuhi permintaan impor kelengkeng pun dilakukan yaitu dari Thailand, Vietnam dan dari China. Kendala pada umumnya untuk pertumbuhan dan produksi tanaman biasanya adalah karena tanah di Riau pada umumnya didominasi oleh jenis tanah marginal yaitu tanak PMK (Ultisol) dan tanah gambut (Histosol). Maka untuk itu diperlukan upaya perbaikan pemberian bahan ameliorasi seperti pupuk organik, pupuk an organik dan pupuk hayati. Dengan mamanipulasi lingkungan khususnya tanah diharapkan pertumbuhan dan produksi tanaman dapat lebih maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan melalui pelatihan kepada mitra khususnya kelompok tani di Kab.Kampar tentang penerapan teknologi penanaman dan perawatan pohon kelengkeng pingpong , mendorong kelompok petani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng pingpong dengan menanam pohon kelengkeng di lahan/halaman rumah masing-masing sehingga nantinya Kab.Kampar akan menjadi sentra buah kelengkeng.&nbsp; Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 tahap yaitu penyuluhan, pelatihan teknologi budidaya kelengkeng, pendampingan berkala<strong>.</strong> Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi teknologi pupuk hayati bagi budidaya klengkeng menjadi trend baru dalam mendorong kelompok tani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng khususnya klengkeng pingpong</p> 2020-12-24T07:36:01+08:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/505 Pelatihan Laporan Keuangan Sederhana Untuk Pengrajin Rotan Pekanbaru Kecamatan Rumbai 2020-12-24T07:28:52+08:00 Nofrizal Nofrizal nofrizalfe@unilak.ac.id Nurhayani Lubis nofrizalfe@unilak.ac.id Hardi Hardi nofrizalfe@unilak.ac.id <p>Pengrajin Rotan Kota Pekanbaru berdiri sejak 2007 silam, saat ini sudah terdapat 42 unit<br>usaha pengrajin rotan di Kota Pekanbaru dimana sudah memiliki karyawan yang telah dibagi<br>tugas dan fungsinya berdasarkan keahlianya masing-masing, produk-produk yang dibuatnya<br>dan dipasarkan merupakan produk yang berbahan rotan seperti membel, kursi meja,<br>keranjang dan lain-lain. yang bahan baku rotanya berasal dari Sumatra barat, jawa dan Riau.<br>Adapun permasalahan mitra berdasarkan hasil observasi dengan pemilik yaitu pengrajin rotan<br>kesulitan untuk mengetahui berapa banyak keluar dan masuk sumber-sumber keuangan.<br>Sehingga pengrajin rotan kesulitan mengetahui berapa saja keuangan saat ini. Hasil<br>pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan menunjukan bahawa kegiatan yang<br>dilaksanakan sangat bermanfaat bagi mitra dan pelatihan ini sangat penting bagi masa depan<br>pengarajin rotan kota Pekanbaru</p> 2020-12-24T07:28:52+08:00 ##submission.copyrightStatement##