Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview
<p>Jurnal Diklat Review (Online ISSN: 2598-6449| Print ISSN : 2580-4111) published by Komunitas Manajemen Kompetitif. This journal published thrice in April, Agustus dan December. It contain the articles such as scientific papers (research and non-research), analytical studies, theoretical applications and reviews of management issues. The publication of this journal aims to increase the quantity and quality as well as its spread with the science of communication among the intellectuals, practitioners, students and observers of HR management problems.</p> <p><strong>Accreditation by the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia</strong></p> <p>Based on the Decree of the Director General of Strengthening Research and Development of the Ministry of Research, Technology, and Higher Education <strong>Number: </strong><strong>230</strong><strong>/E/KPT/202</strong><strong>2</strong><strong> Date: </strong><strong>30 Decem</strong><strong>ber 202</strong><strong>2</strong> Concerning the Accreditation Ranking of Scientific Journals for Period IV of 2022, the Diklat Reyiew : Jurnal manajemen pendidikan dan pèlatihan Journal is declared as an Accredited Scientific Journal with the category <strong>"Sinta 5" starting from Volume </strong><strong>6</strong><strong> Number </strong><strong>2</strong><strong> of 2022 to Volume 1</strong><strong>1</strong><strong> Number </strong><strong>1</strong><strong> of 2027.</strong></p>Komunitas Manajemen Kompetitifen-USDiklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan2580-4111KEMUDAHAN AKSES MARKETPLACE DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN GENERASI Z: MEDIASI KEPUASAN PENGGUNA
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2876
<p>This study aims to analyze the effect of marketplace accessibility on Generation Z purchasing decisions by considering the role of user satisfaction. The research employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4. The population consisted of Generation Z marketplace users. The sampling technique used purposive sampling with a total of 110 respondents determined based on the number of research indicators. The variables examined included marketplace accessibility, user satisfaction, and Generation Z purchasing decisions. The results revealed that marketplace accessibility has a positive and significant effect on Generation Z purchasing decisions. This indicates that ease of navigation, product searching, price comparison, and transaction processes can enhance consumer purchasing decisions. Meanwhile, user satisfaction did not significantly influence purchasing decisions. In addition, user satisfaction was unable to moderate the relationship between marketplace accessibility and purchasing decisions. This study implies that marketplace providers need to improve system usability aspects to attract Generation Z consumers. These findings strengthen the Technology Acceptance Model, which emphasizes perceived ease of use as an important factor influencing digital consumer behavior.</p>Wirdayani Wahab
Copyright (c) 2026 Wirdayani Wahab
2026-05-222026-05-22101637310.35446/diklatreview.v10i1.2876PENGUATAN MANAJEMEN PEMASARAN UMKM MELALUI PELATIHAN PROMOSI DAN ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2841
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di Kecamatan Pauh, Kota Padang. UMKM tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan bagi pelaku usaha, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal dan pencipta lapangan kerja. Namun, perkembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam aspek manajemen pemasaran. Permasalahan utama yang sering dihadapi adalah rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan promosi yang efektif serta minimnya pemahaman terhadap perilaku konsumen. Sebagian besar UMKM masih menerapkan strategi pemasaran secara konvensional dan belum berbasis pada analisis kebutuhan, preferensi, dan pola perilaku konsumen. Akibatnya, promosi yang dilakukan kurang tepat sasaran dan belum mampu meningkatkan daya saing produk secara optimal. Selain itu, keterbatasan literasi pemasaran dan kurangnya pendampingan menyebabkan UMKM belum mampu mengevaluasi efektivitas promosi yang dilakukan.</p> <p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat manajemen pemasaran UMKM melalui pelatihan promosi dan analisis perilaku konsumen. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memahami karakteristik konsumen serta menyusun strategi promosi yang tepat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui pelatihan, diskusi, dan pendampingan langsung kepada mitra UMKM. Materi pelatihan meliputi konsep dasar manajemen pemasaran, teknik promosi yang efektif, pengenalan perilaku konsumen, serta cara sederhana menganalisis kebutuhan dan preferensi pelanggan. Pelaku UMKM juga didampingi dalam menyusun strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik produk dan target pasar. Pendampingan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan penerapan hasil pelatihan dalam kegiatan usaha sehari-hari.</p> <p>Luaran yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya kapasitas UMKM dalam mengelola pemasaran secara lebih terarah dan berorientasi pada konsumen. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap perilaku konsumen, UMKM diharapkan mampu merancang promosi yang efektif, meningkatkan penjualan, dan memperkuat daya saing usaha. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan berkontribusi pada keberlanjutan UMKM dan penguatan ekonomi lokal di Kecamatan Pauh, Kota Padang</p>Harry WahyudiDavid MalikHowardi Visza AdhaAmrullah AmrullahEdi SuandiMya Yuwanita Suhanda
Copyright (c) 2025 Harry Wahyudi, David Malik, Howardi Visza Adha, Amrullah Amrullah, Edi Suandi, Mya Yuwanita Suhanda
2026-05-112026-05-1110128128810.35446/diklatreview.v9i2.2841PENINGKATAN KAPASITAS MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI DAN RUMAH TANGGA BAGI MASYARAKAT PRODUKTIF UNTUK MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN FINANSIAL BERKELANJUTAN DI LUBUK GADANG, KABUPATEN SOLOK SELATAN
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2840
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan. Meskipun memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap manajemen kinerja dan motivasi kerja berdampak pada rendahnya produktivitas, efektivitas kerja, serta keberlanjutan usaha.</p> <p> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan SDM UMKM melalui pelatihan manajemen kinerja dan motivasi kerja berbasis produktivitas. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam menetapkan target kerja, membagi tugas secara efektif, melakukan evaluasi kinerja, serta membangun motivasi kerja yang berorientasi pada hasil. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan aplikatif, dengan menyesuaikan materi pelatihan pada kondisi nyata usaha UMKM di wilayah Lubuk Gadang.</p> <p> Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan klasikal, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik langsung. Peserta dilibatkan secara aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kinerja usaha dan merumuskan solusi yang relevan. Selain itu, dilakukan pendampingan untuk memastikan materi yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.</p> <p> Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas SDM UMKM dalam mengelola kinerja dan memotivasi tenaga kerja secara mandiri. Pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih terstruktur, produktif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan usaha. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan UMKM, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Solok Selatan</p>Nanda NandaYefri ReswitaTilawatil Ciseta YodaDarman DarmanSyaiful SyaifulSilvy Astari
Copyright (c) 2025 Nanda Nanda, Yefri Reswita, Tilawatil Ciseta Yoda, Darman Darman, Syaiful Syaiful, Silvy Astari
2026-05-112026-05-1110128829710.35446/diklatreview.v9i2.2840PENINGKATAN KESIAPAN KERJA PEMUDA DESA MELALUI PELATIHAN SOFT SKILL DAN ETOS KERJA DI NANGGALO, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2839
<p>Tingkat pengangguran pemuda masih menjadi permasalahan strategis dalam pembangunan ekonomi daerah, termasuk di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya serapan tenaga kerja pemuda adalah lemahnya kesiapan kerja, terutama pada aspek soft skill dan etos kerja. Meskipun sebagian pemuda telah memiliki latar belakang pendidikan formal, namun belum diimbangi dengan keterampilan non-teknis seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, manajemen waktu, pemecahan masalah, serta sikap kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kinerja. Kondisi ini mengakibatkan kesenjangan antara kompetensi pemuda dengan kebutuhan dunia kerja.</p> <p> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja pemuda desa melalui pelatihan soft skill dan penguatan etos kerja di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Sasaran kegiatan adalah pemuda usia produktif yang belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan <em>experiential learning</em> yang meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pelatihan berbasis praktik, simulasi dunia kerja, diskusi kelompok, serta pendampingan dan evaluasi. Materi pelatihan difokuskan pada pengembangan kemampuan komunikasi, kerja tim, kepemimpinan dasar, manajemen waktu, serta internalisasi nilai-nilai etos kerja seperti disiplin, komitmen, integritas, dan tanggung jawab.</p> <p> Hasil yang ditargetkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan pemuda dalam menghadapi dunia kerja, yang ditunjukkan melalui perubahan perilaku dan peningkatan skor kesiapan kerja sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan kesiapan kerja pemuda yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh mitra, artikel ilmiah pengabdian, serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah terkait penguatan program kepemudaan berbasis pengembangan sumber daya manusia. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan daya saing pemuda, mengurangi pengangguran, serta mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Padang.</p>Yulihardi YulihardiAfrida AfridaRina FebrianiMya Yuwanita SuhandaSilvy Astari
Copyright (c) 2025 Yulihardi Yulihardi, Rina Febriani, Afrida Afrida, Mya Yuwanita Suhanda, Silvy Astari
2026-05-112026-05-1110130631110.35446/diklatreview.v9i2.2839PENGUATAN LITERASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN DAN KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT DI LUBUK GADANG, KABUPATEN SOLOK SELATAN
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2838
<p>Keluarga merupakan unit ekonomi terkecil yang memegang peranan penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan dan ketahanan ekonomi masyarakat. Di Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan, sebagian besar keluarga menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, perdagangan kecil, dan pekerjaan informal yang memiliki tingkat pendapatan tidak tetap. Kondisi ini menuntut kemampuan manajemen keuangan keluarga yang baik agar pendapatan yang diperoleh dapat dikelola secara efektif, namun pada kenyataannya masih banyak keluarga yang belum memiliki literasi dan keterampilan pengelolaan keuangan yang memadai. Rendahnya kebiasaan pencatatan, lemahnya perencanaan anggaran, serta tingginya pola konsumtif dan ketergantungan pada utang jangka pendek menyebabkan banyak keluarga berada dalam kondisi rentan secara ekonomi meskipun memiliki potensi pendapatan yang cukup.</p> <p> Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan praktik manajemen keuangan keluarga sebagai strategi pemberdayaan dan peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat Lubuk Gadang. Kegiatan dirancang untuk membekali keluarga dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, membangun tabungan, serta merencanakan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, edukatif, dan berbasis komunitas agar perubahan yang dihasilkan tidak hanya bersifat individual, tetapi juga kolektif dan berkelanjutan.</p> <p> Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kondisi keuangan keluarga, pelatihan literasi keuangan, praktik penyusunan anggaran dan pencatatan kas, serta pendampingan berkelanjutan melalui kelompok keluarga sadar keuangan. Materi disusun sesuai dengan konteks sosial dan ekonomi masyarakat Lubuk Gadang sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Keterlibatan keluarga secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam pengelolaan keuangan yang lebih disiplin dan terencana.</p> <p> Luaran yang diharapkan dari program ini meliputi meningkatnya kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan, tersusunnya modul manajemen keuangan keluarga berbasis lokal, terbentuknya komunitas keluarga sadar keuangan, serta tersedianya data dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah nagari dan daerah. Dalam jangka panjang, penguatan literasi dan praktik manajemen keuangan keluarga ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat Lubuk Gadang, mengurangi kerentanan terhadap guncangan ekonomi, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan keluarga yang lebih berkelanjutan.</p>Tilawatil Ciseta YodaYefri ReswitaNanda NandaDarman DarmanSyaiful SyaifulSilvy Astari
Copyright (c) 2025 Tilawatil Ciseta Yoda, Yefri Reswita, Nanda Nanda, Darman Darman, Syaiful Syaiful, Silvy Astari
2026-05-112026-05-1110129830510.35446/diklatreview.v9i2.2838PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN PELAKU UMKM MELALUI PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ARUS KAS DAN PERENCANAAN KEUANGAN USAHA DI NANGGALO, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2837
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Namun, salah satu permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah rendahnya literasi keuangan, khususnya dalam pengelolaan arus kas dan perencanaan keuangan usaha. Banyak pelaku UMKM masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, tidak melakukan pencatatan keuangan secara rutin, serta belum mampu menyusun perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Kondisi ini berdampak pada sulitnya mengukur kinerja usaha, mengelola modal, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.</p> <p>Program peningkatan literasi keuangan ini dilaksanakan melalui kegiatan pendampingan pengelolaan arus kas dan perencanaan keuangan usaha bagi pelaku UMKM di Nanggalo, Kota Padang. Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pencatatan keuangan sederhana. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar literasi keuangan, pentingnya pemisahan keuangan usaha dan pribadi, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan laporan arus kas, serta perencanaan keuangan usaha yang berkelanjutan.</p> <p>Metode pendampingan yang digunakan bersifat partisipatif, sehingga pelaku UMKM terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan dapat menyesuaikan materi dengan kondisi usaha masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pengelolaan arus kas dan pentingnya perencanaan keuangan. Pelaku UMKM mulai mampu melakukan pencatatan keuangan secara lebih tertib, memahami kondisi keuangan usahanya, serta merencanakan penggunaan dana secara lebih efektif.</p> <p>Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan pelaku UMKM di Nanggalo dapat meningkatkan daya saing usaha, mengurangi risiko keuangan, serta mendorong keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Program pendampingan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian finansial UMKM dan mendukung penguatan ekonomi lokal di Kota Padang</p>Tilawatil Ciseta YodaYefri ReswitaNanda NandaDarman DarmanSyaiful SyaifulSilvy Astari
Copyright (c) 2025 Tilawatil Ciseta Yoda, Yefri Reswita, Nanda Nanda, Darman Darman, Syaiful Syaiful, Silvy Astari
2026-05-112026-05-1110127228010.35446/diklatreview.v9i2.2837PENGUATAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM MELALUI PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA BERBASIS DIGITAL DI NANGGALO, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2836
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, termasuk di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Namun, salah satu permasalahan utama yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM adalah lemahnya manajemen keuangan usaha. Banyak UMKM belum melakukan pencatatan keuangan secara tertib, belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta belum memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam mengevaluasi kinerja usaha, mengelola arus kas, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat.</p> <p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat manajemen keuangan UMKM melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang melibatkan pelaku UMKM secara aktif dalam proses pelatihan dan pendampingan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar manajemen keuangan, pentingnya pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta praktik penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital yang mudah dioperasikan.</p> <p>Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan klasikal, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Pelaku UMKM dibimbing untuk mencatat transaksi harian pemasukan dan pengeluaran menggunakan aplikasi digital sederhana, serta memahami informasi keuangan yang dihasilkan sebagai dasar evaluasi usaha. Pendampingan dilakukan untuk memastikan konsistensi penerapan pencatatan keuangan dan membantu mengatasi kendala yang dihadapi mitra.</p> <p>Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha secara lebih tertib dan transparan. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan usaha UMKM, meningkatkan kesiapan UMKM dalam mengakses permodalan, serta memperkuat daya saing usaha. Selain memberikan manfaat praktis bagi mitra, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan model pelatihan manajemen keuangan UMKM berbasis digital yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa</p>Yefri ReswitaTilawatil Ciseta YodaNanda NandaDarman DarmanSyaiful SyaifulSilvy Astari
Copyright (c) 2025 Yefri Reswita, Tilawatil Ciseta Yoda, Nanda Nanda, Darman Darman, Syaiful Syaiful, Silvy Astari
2026-05-102026-05-1010126327110.35446/diklatreview.v9i2.2836PEMBERDAYAAN SDM UMKM MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN KINERJA DAN MOTIVASI KERJA BERBASIS PRODUKTIVITAS DI LUBUK GADANG, KABUPATEN SOLOK SELATAN
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2835
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Lubuk Gadang, Kabupaten Solok Selatan. Meskipun memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap manajemen kinerja dan motivasi kerja berdampak pada rendahnya produktivitas, efektivitas kerja, serta keberlanjutan usaha.</p> <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan SDM UMKM melalui pelatihan manajemen kinerja dan motivasi kerja berbasis produktivitas. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam menetapkan target kerja, membagi tugas secara efektif, melakukan evaluasi kinerja, serta membangun motivasi kerja yang berorientasi pada hasil. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan aplikatif, dengan menyesuaikan materi pelatihan pada kondisi nyata usaha UMKM di wilayah Lubuk Gadang.</p> <p>Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan klasikal, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik langsung. Peserta dilibatkan secara aktif dalam mengidentifikasi permasalahan kinerja usaha dan merumuskan solusi yang relevan. Selain itu, dilakukan pendampingan untuk memastikan materi yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas usaha sehari-hari.</p> <p>Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas SDM UMKM dalam mengelola kinerja dan memotivasi tenaga kerja secara mandiri. Pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih terstruktur, produktif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan usaha. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan UMKM, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Solok Selatan</p>Yulihardi YulihardiRina FebrianiAfrida AfridaAmrullah AmrullahEdi Suandi
Copyright (c) 2025 Yulihardi Yulihardi, Rina Febriani, Afrida Afrida, Amrullah Amrullah, Edi Suandi
2026-05-102026-05-1010125526210.35446/diklatreview.v9i2.2835OPTIMALISASI MANAJEMEN KEUANGAN UMKM UNTUK MENINGKATKAN KEBERLANJUTAN USAHA MELALUI PELATIHAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DI LUBUK GADANG, KABUPATEN SOLOK SELATAN
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2817
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the local economy in Pauh District, Padang City, as a source of income, job creators, and drivers of the local economy. However, the development of MSMEs still faces obstacles in marketing management, particularly weak promotional skills and a limited understanding of consumer behavior. Most businesses still employ conventional marketing strategies without analyzing customer needs, preferences, and behavior patterns. As a result, promotions are poorly targeted and unable to optimally enhance product competitiveness. Limited marketing literacy and a lack of mentoring also prevent MSMEs from evaluating the effectiveness of their promotional strategies. This community service program aims to strengthen MSME marketing management through training on promotions and consumer behavior analysis. Activities are implemented using a participatory and applied approach through training, discussions, and direct mentoring. Materials cover marketing management concepts, effective promotional techniques, understanding consumer behavior, and simple analysis of customer needs. The expected outcome is an increased capacity of MSMEs in designing consumer-based promotions, thereby increasing sales, competitiveness, and sustaining business sustainability</p>Yefri ReswitaTilawatil Ciseta YodaNanda NandaDarman DarmanSyaiful SyaifulSilvy Astari
Copyright (c) 2024 Mya Mya, David David, Harry Harry, Howardi Howardi, Edi Edi, Amrullah Amrullah
2026-05-012026-05-0110131732410.35446/diklatreview.v8i2.2817PENERAPAN MANAJEMEN PEMASARAN BERBASIS DIGITAL MARKETPLACE UNTUK MEMPERLUAS JANGKAUAN PASAR UMKM DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2816
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the local economy in Pauh District, Padang City. However, most MSMEs still face obstacles in expanding their market reach due to limited effective marketing strategies. Marketing activities are still dominated by conventional methods, resulting in suboptimal utilization of digital technology, particularly digital marketplaces. This situation results in low product competitiveness and limited market access. This community service program aims to implement digital marketplace-based marketing management to expand the market reach of MSMEs. The focus of the activity is to increase the capacity of business actors in understanding and managing digital marketing through marketplace platforms. The main challenges faced by partners include low digital literacy, limited skills in managing online stores, and a limited understanding of integrated digital marketing strategies. The implementation method is participatory and applied through the stages of needs identification, digital marketing management training, mentoring in creating and managing marketplace accounts, and monitoring and evaluation. Materials cover digital marketing concepts, product and content management, promotional strategies, and online customer service. The expected results are improved MSME skills in utilizing marketplaces, the establishment of active online stores, and the expansion of market reach and sustainable sales potential</p>Harry WahyudiDavid MalikHowardi Visza AdhaAmrullah AmrullahEdi SuandiMya Yuwanita Suhanda
Copyright (c) 2024 Amrullah Amrullah, David Malik, Harry Harry, Howardi Howardi, Edi Edi, Mya Mya
2026-04-292026-04-2910131231610.35446/diklatreview.v8i2.2816OPTIMALISASI MANAJEMEN PEMASARAN PRODUK UMKM MELALUI BRANDING DAN SEGMENTASI PASAR DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2815
<p>This community service program aims to optimize the marketing management of MSME products by strengthening branding and market segmentation in Pauh District, Padang City. MSMEs in this region have significant potential to support the local economy, but still face marketing challenges, particularly weak brand identity, inaccurate target market determination, and limited planned, consumer-needs-based marketing strategies. Some businesses still market their products conventionally without understanding the characteristics of appropriate market segments, thus limiting their competitiveness and market reach. Furthermore, product branding is inconsistent in terms of name, packaging, and promotional messages, resulting in under-development of product added value. This program is implemented using a participatory and applied approach through initial condition identification, marketing management training, mentoring to strengthen branding, and the implementation of market segmentation relevant to local conditions. Methods used include interactive lectures, discussions, hands-on practice, and monitoring and evaluation. The expected outcomes are increased capacity of MSMEs in marketing management, the formation of a strong brand identity, clear market segmentation, and increased competitiveness and sustainable product sales</p>Howardi Visza AdhaDavid MalikHarry WahyudiAmrullah AmrullahEdi SuandiMya Yuwanita Suhanda
Copyright (c) 2024 Howardi Visza Adha, David David, Harry Harry, Amrullah Amrullah, Edi Edi, Mya Mya
2026-04-292026-04-2910130831110.35446/diklatreview.v8i2.2815PENDAMPINGAN STRATEGI MANAJEMEN PEMASARAN TERPADU UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN UMKM LOKAL DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2814
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in supporting the local economy in Pauh District, Padang City. However, most MSMEs still face challenges in marketing management, particularly in developing and implementing well-planned, integrated, and sustainable strategies. Marketing activities tend to be conventional and sporadic, without clear planning, and without integrating offline and digital marketing. This situation results in low sales and limited market reach. This Community Service Program aims to increase sales and competitiveness of MSMEs through integrated marketing management strategy assistance. The methods used include training, hands-on practice, and ongoing assistance, emphasizing the integration of conventional and digital marketing. The activity begins with identifying partner needs, followed by training in marketing management concepts, market analysis, and developing strategies tailored to business characteristics. Partners are then assisted in implementing offline promotions, utilizing social media, and creating engaging marketing content, along with monitoring and evaluation. The expected results are increased capacity of MSMEs, the development of integrated marketing strategies, increased sales, and the strengthening of sustainable business competitiveness</p>Harry WahyudiDavid MalikHowardi Visza AdhaAmrullah AmrullahEdi SuandiMya Yuwanita Suhanda
Copyright (c) 2024 Harry Harry, David David, Howardi Howardi, Amrullah Amrullah, Edi Edi, Mya Mya
2026-04-292026-04-2910130330710.35446/diklatreview.v8i2.2814PENINGKATAN DAYA SAING UMKM MELALUI PENERAPAN MANAJEMEN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS MEDIA SOSIAL DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2813
<p>Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in driving the local economy in Pauh District, Padang City. However, their development still faces marketing challenges, primarily because most businesses rely on conventional methods and have not yet fully utilized social media. Limited digital marketing knowledge, skills, and strategies result in low competitiveness in an increasingly competitive market. This Community Service Program aims to improve the competitiveness of MSMEs through the implementation of social media-based digital marketing management. Activities are implemented using a participatory approach through training, hands-on practice, and ongoing mentoring. The materials cover basic digital marketing concepts, engaging content creation, promotional and consumer interaction strategies, and simple marketing performance evaluations. The expected outcome is increased competency among MSMEs in managing social media accounts in a structured manner, expanding market reach, and increasing sales. Program outputs include training modules, activity reports, more effective social media account management, and scientific publications. On an ongoing basis, this program is expected to drive the digital transformation of MSMEs and strengthen local economic growth</p>David MalikHarry WahyudiHowardi Visza AdhaAmrullah AmrullahEdi SuandiMya Yuwanita Suhanda
Copyright (c) 2024 Harry Harry, David David, Howardi Howardi, Edi Edi, Mya Mya
2026-04-292026-04-2910129830210.35446/diklatreview.v8i2.2813OPTIMALISASI POTENSI TENAGA KERJA LOKAL MELALUI PELATIHAN REKRUTMEN DAN PENGEMBANGAN SDM DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2812
<p>Pauh District, Padang City, has a large local workforce potential, but its utilization by businesses and MSMEs is not yet optimal. The main problems include the low match between workforce competencies and business needs, the informal recruitment process, and a lack of understanding of sustainable human resource development. This condition has resulted in low local workforce absorption and less than optimal business productivity. This Community Service Program aims to optimize the potential of the local workforce through structured, applicable recruitment and human resource development training based on the real needs of the business world. The approach used is participatory and empowering, involving businesses and workers at every stage of the activity. Implementation methods include needs identification, practice-based training, case study discussions, and ongoing mentoring with materials tailored to the characteristics of local MSMEs. The program outputs include training models based on local potential, increased workforce competency, and strengthened managerial capacity of business actors. In the long term, this program is expected to increase business competitiveness and strengthen the local economy in a sustainable manner</p>Mya Yuwanita SuhandaYulihardi YulihardiRina FebrianiEdi SuandiAfrida Afrida
Copyright (c) 2024 Mya Yuwanita Suhanda, Yulihardi Yulihardi, Rina Febriani, Edi Suandi, Afrida Afrida
2026-04-292026-04-2910128528810.35446/diklatreview.v8i2.2812PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SDM BERBASIS DIGITAL PADA UMKM UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2811
<p>This community service program aims to improve the competitiveness of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Pauh District, Padang City, through digital-based human resource management (HR) assistance. MSMEs play a strategic role in the local economy, but still face challenges in HR management, which is informal, undocumented, and limited use of technology. This situation results in low productivity, weak performance oversight, and limited adaptability to increasingly competitive business conditions. Based on a situational analysis, MSMEs in Pauh generally lack a structured system for recording attendance, assigning tasks, or evaluating performance. Furthermore, low digital literacy results in suboptimal use of technology in HR management. To address these challenges, this program is designed through a participatory approach, employing practice-based training and ongoing mentoring. Activities include mapping digital needs and readiness, training on the use of simple applications for recording and monitoring performance, and developing work standards and HR performance indicators. The mentoring is conducted in stages to enable MSMEs to implement the system independently. The program's outputs include improving the managerial capacity of MSMEs, implementing a digital-based HR system, developing modules, and developing scientific publications. This program is expected to sustainably drive productivity and digital transformation among MSMEs in Pauh</p>Rina FebrianiYulihardi YulihardiTilawatil Ciseta YodaYefri ReswitaAfrida Afrida
Copyright (c) 2024 Rina Febriani, Yulihardi Yulihardi, Tilawatil Ciseta Yoda, Yefri Reswita, Afrida Afrida
2026-04-292026-04-2910129429710.35446/diklatreview.v8i2.2811PENGUATAN KAPASITAS SDM APARATUR DESA MELALUI MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DAN KINERJA DI PAUH, KOTA PADANG
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2810
<p>Improving the quality of public services at the village level is a crucial prerequisite for realizing effective, accountable, and community-satisfaction-oriented governance. However, the human resource capacity of village officials, particularly in public service management and performance, remains a major obstacle. This issue was also identified in the Pauh area of Padang City, where village officials face limited understanding of service standards, performance management, and a professional and responsive work culture. This community service program aims to strengthen the capacity of village officials through training and mentoring in public service management and performance. Activities are implemented using a participatory and needs-based approach, including problem identification, thematic training, case study discussions, service simulations, and mentoring in the implementation of service standards and performance evaluation. The materials covered the concept of public service, principles of good governance, performance management, the development of service standards, and indicator-based evaluation. Targeted outputs include improving the competency of village officials, the development of training modules, performance improvement models, scientific articles, and policy recommendations. In the long term, this program is expected to drive improvements in the quality of public services and strengthen professional and sustainable village governance in Pauh, Padang City</p>Yulihardi YulihardiRina FebrianiMya Yuwanita SuhandaEdi SuandiAfrida Afrida
Copyright (c) 2024 Yulihardi Yulihardi, Rina Febriani, Mya Yuwanita Suhanda, Edi Suandi, Afrida Afrida
2026-04-292026-04-2910128929310.35446/diklatreview.v8i2.2810DINAMIKA KEKERASAN TERHADAP SISWI DI SEKOLAH
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2803
<p>Schools, as formal learning venues, must be safe and comfortable spaces free from various human rights violations, including violence against women (female students). Setia Sharma High School, Pekanbaru City, is committed to protecting women. Communication with the school and input from the educational institution indicates that education and training on violence against women/female students is necessary, as it has been lacking. Setia Dharma High School requires collaboration with various parties to achieve the school's vision and mission. Setia Dharma High School, Pekanbaru City, needs partners to protect female students from violence. The school still needs to improve its understanding of knowledge, actions, and solutions related to violence against women. Therefore, it is necessary to provide information on the dynamics of violence against women. The community service program involves providing counseling to teachers, staff, and students. The school has responded positively to this service activity. Students are not only thinking about how to achieve their future by continuing their education or pursuing a career, but also about protecting themselves at all times, wherever and whenever.</p> <p> </p> <p>Keywords: Violence, Women, School</p>Sudaryanto SudaryantoSurya DailiatiHernimawati HernimawatiTesya Aulia Balqis
Copyright (c) 2026 Sudaryanto Sudaryanto, Surya Dailiati, Hernimawati Hernimawati, Tesya Aulia Balqis
2026-04-272026-04-27101404510.35446/diklatreview.v10i1.2803DARI PENDAPINGAN MENUJU KEMANDIRIAN: PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DALAM PROGRAM SENAM SEHAT BERSAMA
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2785
<p><em>This community service program is motivated by the importance of sustaining community-based physical activity to improve public health, particularly after the mentoring phase ends. In the initial stage, a healthy exercise program conducted in Pagesangan Village, Surabaya, successfully increased community participation and awareness of the importance of physical fitness. However, the main challenge lies in the community’s ability to maintain the program independently. Therefore, this second-stage program aims to analyze and strengthen community independence through a community empowerment approach. The method used is a participatory approach involving post-assistance evaluation, strengthening local leadership, and facilitating independent program management. The results show that the community has successfully established a self-managed group called “Senam Sehat Bersama,” equipped with an organizational structure, local instructors, regular exercise schedules, and a self-sustaining funding system through member contributions. These findings indicate that continuous mentoring effectively fosters community independence. Thus, this program provides significant implications as a sustainable community-based health empowerment model that can be replicated in other regions.</em></p>Eli RetnowatiErnawati ErnawatiAchmad Hayden Syafaat PutraAchmad Ghoni Ken DiyuMuhammad Syairul Fitra
Copyright (c) 2026 Eli Retnowati
2026-04-272026-04-27101343910.35446/diklatreview.v10i1.2785PENGARUH PELATIHAN DAN LINGKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN PADA DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN ROKAN HULU
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2766
<p>This study aims to determine the simultaneous influence of training and organizational environment on the performance of agricultural extension workers at the Food Crops and Horticulture Service of Rokan Hulu Regency. The population of this study was all employees of the Food Crops and Horticulture Service of Rokan Hulu Regency. The sampling technique used saturated sampling with 54 respondents. The independent variables in this study were training (X1), organizational environment (X2), and performance variables (Y). Data collection methods used questionnaires, documentation, and informal interviews. Instrument reliability tests included validity and reliability tests, classical assumption tests included normality tests, multicollinearity tests, and heteroscedasticity tests. Data analysis used multiple linear regression analysis using the SPSS program. The results showed that 97.1% of performance was influenced by training and organizational environment, while the remaining 2.9% was influenced by other variables not examined in this study. The conclusion of this study, based on the results of partial and simultaneous testing, is that training and organizational environment have a significant influence on the performance of agricultural extension workers.</p>Mega OktaviaArfianti Novita AnwarDevi Novianti
Copyright (c) 2026 Mega Oktavia, Arfianti Novita Anwar, Devi Novianti
2026-04-272026-04-27101243310.35446/diklatreview.v10i1.2766KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SISWA
https://ejournal.kompetif.com/index.php/diklatreview/article/view/2730
<p>This research focuses on the study of the principal's instructional leadership in shaping student character at the UPT SMA Negeri 2 Enrekang. The purpose of this study is to describe how the principal's instructional leadership plays a role in shaping student character, as well as to identify supporting and inhibiting factors in its development at the school. The method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was checked using triangulation techniques. The results of the study indicate that the principal's instructional leadership at the UPT SMA Negeri 2 Enrekang has been implemented well. The principal plays an effective role in managing the learning program to improve the quality of graduates, especially in the formation of student character. This is reflected in student behavior that demonstrates discipline in various situations, religiosity in school activities, resilience and responsibility in learning activities, and a school environment free from bullying. All of this is realized through collaboration between the principal and teachers in providing role models and direct practices that can be emulated by students.</p>Saddam Ramli
Copyright (c) 2026 Saddam Saddam
2026-05-012026-05-01101546210.35446/diklatreview.v10i1.2730