Wirausaha Sosial Pemuda Muslim: Pengaruh Nilai Agama, Jaringan Sosial, dan Inovasi terhadap Keberhasilan
Keywords:
Wirausaha Sosial, Pemuda Muslim, Nilai Agama, Jaringan Sosial, Inovasi, KeberhasilanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai agama, jaringan sosial, dan inovasi terhadap keberhasilan wirausaha sosial pemuda Muslim di Kota Pekanbaru. Sampel penelitian terdiri dari 150 pemuda Muslim yang menjalankan wirausaha sosial di bidang wakaf, zakat, infaq, sedekah, dan pendidikan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan wirausaha sosial (F = 241,340; p < 0,001), dengan nilai R Square = 0,832, yang berarti 83,2% variasi keberhasilan dapat dijelaskan oleh nilai agama, jaringan sosial, dan inovasi. Secara parsial, jaringan sosial memiliki pengaruh paling dominan (β = 0,429; p < 0,001), diikuti oleh nilai agama (β = 0,346; p < 0,001) dan inovasi (β = 0,185; p = 0,006). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan wirausaha sosial pemuda Muslim dipengaruhi oleh internalisasi nilai agama, kemampuan membangun jaringan sosial yang kuat, dan inovasi dalam menjalankan usaha sosial. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis bagi pengembangan model wirausaha sosial berbasis nilai keagamaan, serta implikasi praktis bagi pemuda Muslim dan lembaga yang mendukung pengembangan wirausaha sosial untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program sosial.




